Home »
» Persita dan P-MU Ragukan Keadilan Wasit
Persita dan P-MU Ragukan Keadilan Wasit
SURABAYA- Persepam Madura United (P-MU) mulai meragukan keadilan wasit yang bakal memimpin pertandingan delapan besar khususnya di grup A. Sebab, dia merasakan ada indikasi kong-kalikong.
Indikasi tersebut dirasakan dalam dua laga terakhir, sebab tim kebanggaan Kacongmania itu selalu dicurangi wasit. Kecurigaan itu ternyata tidak hanya dialami P-MU. Kontestan grup A lainnya, Persita Tangerang juga merasakan hal yang serupa.
Untuk itu, kedua tim tersebut mulai hilang kepercayaan di laga pamungkas grup A nanti.
Kedua tim itu masing-masing akan menghadapi dua tim yang sebelumnya dinilai dibela wasit yakni Persiku Kudus dan PSBK Blitar.
Sesuai agenda, laskar Sapeh Kerap --julukan P-MU-- berhadapan dengan Persiku, Sabtu (30/6) di gelora Delta Sidoarjo. Sedangkan Persita akan berjibaku dengan PSBK di hari dan jam yang sama tapi bermain di stadion Surajaya Lamongan.
Manajer P-MU, Achsanul Qosasih mengatakan, dalam dua pertandingan yang sudah dilalui, wasit sering mengambil keputusan yang tidak wajar, terutama saat menghadapi PSBK. Jika sudah begitu, pria yang juga menjabat anggota DPR RI itu sudah mulai kehilangan kepercayaan terhadap pengadil lapangan. "Tapi P-MU tetap akan bekerja keras meski kerap kali dicurangi terutama saat lawan Blitar. Jika Madura United bermain dengan benar, maka Allah akan memberikan yang terbaik," katanya.
Kubu Persita juga geram dengan kenerja pengadil lapangan. Elly Idris, pelatih Persita sudah tidak mempercayai kinerja pengadil lapangan. Bahkan ia sudah bisa menilai bahwa pertandingan lawan PSBK nanti timnya pasti akan dicurangi. "Saya masih yakin kecurangan yang terjadi di pertandingan lawan Persiku akan kami alami lagi saat lawan PSBK," ungkapnya.
Sementara kubu PSBK mengaku tidak akan terpengaruh terhadap psywar calon lawan. Nusyadera, pelatih PSBK mengaku tidak terganggu soal wasit. Dia mengaku masih percaya terhadap kepemimpinan wasit. Nusyadera berpesan pada para pemainnya agar tidak terpancing emosi seperti terlalu banyak memprotes wasit. “Saya lihat wasit masih bagus, hanya pemain kami saja yang kurang sabar. Ya sudah perintahkan pada pemain agar tidak mudah emosi,” terangnya.
Pelatih Persiku Kudus, Subekan Wahid tidak menilai bahwa ada kecurangan pada pengadil lapangan. Calon lawan Persepam Madura United ini hanya memikirkan bagaimana cara agar pemainnya tetap fokus, tidak mudah melalukan kesalahan seperti pertandingan sebelumnya. “Pemain kami harus fokus sepanjang pertandingan, sehingga kesalahan di pertandingan kemarin tidak terulang,” kata Subekan.
Apalagi pemain yang menghubungkan lini belakang dan depan, Merdiyanto Welong absen karena kamulasi kartu. ”Pemain kami yang absen hanya nomer 77 (Merdiyanto Welong),” paparnya. m39
0 Komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !